Tips Komunikasi Efektif
Komunikasi

7 Tips Meningkatkan Keterampilan Berbicara Secara Efektif

Apakah Anda seorang pembicara yang hebat? Begitu banyak dari kita ingin berpikir diri kita seperti itu, meskipun dengan keterampilan apa pun, dibutuhkan pengetahuan, kesadaran, dan latihan. Tapi apa sebenarnya artinya menjadi pembicara yang hebat? Tentu saja premis utamanya adalah memberi dan menerima kata-kata, tetapi apa yang membuat percakapan menarik, bermakna, dan menyenangkan? Seperti banyak hal lainnya, ada seni dan sains yang terlibat.

 

Menurut definisi, percakapan adalah dialog, bukan monolog, namun kita semua tahu seseorang yang tidak mempraktikkannya. Baik Anda berbicara dengan kenalan, teman, atau orang terkasih, berikut beberapa tip dan nuansa untuk membantu Anda menjadi lebih efektif dalam percakapan sehari-hari :

 

1. Manfaatkan Jeda

 

Ketika seseorang berhenti berbicara, apakah Anda langsung masuk dan mulai berbicara? Salah satu kunci untuk menjadi pembicara yang hebat adalah berhenti setelah seseorang berhenti berbicara. Jika Anda berhenti sejenak selama beberapa detik, Anda terhindar dari risiko mengganggu ketika orang lain, mungkin, berhenti untuk sekadar mengambil napas.

 

Selain itu, Anda menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda memberikan pertimbangan yang cermat pada kata-katanya dengan tidak langsung masuk ke percakapan setelah dia berhenti berbicara. Selain itu, Anda sebenarnya akan lebih memahami apa yang dikatakan orang lain jika Anda tidak memikirkan apa yang akan Anda katakan pada kesempatan berikutnya. Jeda adalah komponen percakapan yang baik yang diremehkan.

 

2. Perhatikan isyarat non-verbal

 

Hanya 7% dari pesan apa pun yang disampaikan melalui kata-kata, menyisakan 93% untuk elemen s
eperti nada, gerak tubuh, dan ekspresi wajah, jadi yang lebih penting adalah cara kita mengatakan sesuatu daripada yang sebenarnya kita katakan. Kuncinya di sini adalah mendengarkan tidak hanya dengan telinga Anda, tetapi juga dengan mata Anda, dan perhatikan petunjuk halus saat Anda berbicara dengan orang lain.

 

3. Pertanyaan Untuk Klarifikasi

 

Jangan pernah berasumsi bahwa Anda memahami apa yang coba dikatakan orang lain. Gunakan frasa seperti “Apa maksud Anda?” dan “Ceritakan lebih banyak” untuk memandu percakapan. Orang lain secara alami akan menjelaskan apa yang mereka katakan. Anda dapat menindaklanjuti dengan pertanyaan terbuka tambahan dan menjaga percakapan tetap berjalan lancar.

 

4). Tanyakan Pendapat Orang Lain

 

Tunjukkan ketertarikan untuk mendengarkan apa yang dipikirkan orang lain atau bagaimana perasaan mereka tentang sesuatu. Cara terbaik untuk mencapai ini adalah dengan mengajukan pertanyaan yang bijaksana dan kemudian pertanyaan lanjutan. Saat Anda menggali lebih dalam dan menunjukkan minat yang tulus, Anda membangun kepercayaan dan hubungan baik dengan audiens Anda.

 

5. Ulangi dengan Frasa

 

Dengan menyela frasa seperti “Biarkan saya melihat apakah saya benar” atau “Apa yang Anda katakan adalah …”, dan mengulangi kembali apa yang Anda yakin telah Anda dengar dengan kata-kata Anda sendiri, Anda menunjukkan bahwa Anda membayar perhatian yang cermat dan benar-benar memahami pikiran dan perasaan mereka.

 

Orang akan merasa penting, didengarkan, dan akan mempercayai Anda – mendengarkan yang efektif membangun kepercayaan. Selain itu, teknik ini membangun harga diri karena orang yang berbicara akan merasa lebih dihargai dan dihormati. Perlu upaya nyata untuk fokus pada kata-kata seseorang. Semakin Anda bekerja dengan benar-benar memperhatikan dan mendengarkan dengan baik, Anda akan menjadi semakin disiplin.

 

6. Sadarilah Berapa Banyak Anda Berbicara

 

Orang mungkin akan mencoba untuk bersikap sopan dan tidak menyela jika apa yang Anda katakan mulai terasa seperti monolog, tetapi bahasa tubuh mereka akan berbicara banyak bahkan jika bibir mereka tidak. Sekali lagi, dengarkan dengan telinga dan mata Anda.

 

7. Tunjukkan Bahwa Anda Tertarik

 

Orang perlu tahu bahwa Anda tertarik dengan apa yang mereka katakan dan bahwa Anda memahami mereka. Menegaskan bahwa Anda fokus pada mereka dengan sesekali “uh-huh” dan anggukan kepala adalah bagian penting dari umpan balik positif dalam membantu lawan bicara Anda merasa didengarkan.

 

Ada yang menyebutnya sebagai anugerah mengobrol. Para ahli menyebutnya kecerdasan percakapan. Bagi beberapa orang, percakapan datang secara alami; bagi yang lain, dibutuhkan pengetahuan dan latihan. Saya harap Anda memanfaatkan tip percakapan ini dan menikmati banyak obrolan di masa mendatang.